Dari Rak Ke Ruang Publik: Catatan Opini tentang Pustaka, Literasi, & Masyarakat

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPVHWsMyKHFDwVNFlfVgOq7cbi8rBkf1pXyCz3v9QVnkUR4sXS4bpBCqR3xBDT_c02JqrzeEFZqdVbJ_lR6pwoiRABLwObP5m2NZMlPw0uY-LQ6Eho3Nc5apKelq-C5RdyVbN_s5mWRMCeuskhz_5WJUVG4vVab3UG26NH-iOSFz6Lf6boxsX6FThhBkcL/s72-c/Mockup%20PNG.png click to zoom
Ditambahkan 10.32
Kategori Buku Buku Baru Produk Produk Buku
Harga Rp.85.000@ Penulis: Triningsih, M.A. Dr. Ni Putu Premierita Haryanti, S.Sos., S.E., M.A. Dr. Ramadhanita Mustika Sari, MA.Hum Editor:  Ajrun...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review Dari Rak Ke Ruang Publik: Catatan Opini tentang Pustaka, Literasi, & Masyarakat

Rp.85.000@

Penulis:
Triningsih, M.A.
Dr. Ni Putu Premierita Haryanti, S.Sos., S.E., M.A.
Dr. Ramadhanita Mustika Sari, MA.Hum

Editor: Ajrun ‘Azhim Al As’hal, M.A.

Cetakan Pertama, Oktober 2026
Tebal: xxviii + 150 hlm; 14,5 x 20,5 cm
ISBN: xxx-xxx-x (proses)

Dari Rak ke Ruang Publik: Catatan Opini tentang Pustaka, Literasi, & Masyarakat adalah kumpulan tulisan opini yang lahir dari kegelisahan, pengalaman, dan pengamatan terhadap dunia pustaka, literasi, serta berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Berangkat dari ruang perpustakaan dan aktivitas membaca, gagasan-gagasan dalam buku ini kemudian bergerak menuju ruang publik melalui tulisan yang ringan, renyah, dan reflektif. Buku ini menunjukkan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang tumbuhnya pengetahuan, pemikiran, dan percakapan yang dapat memberi makna bagi kehidupan.

Dua puluh lebih tulisan di dalamnya menghadirkan tema yang beragam, mulai dari Ramadan, musik religi, buku dan kesehatan mental, budaya membaca, perempuan di ruang publik, peran pustakawan, literasi, Kartini, membaca nyaring, pendidikan karakter, perpustakaan ramah disabilitas, hingga pemberdayaan perpustakaan dalam mendukung SDGs. Persoalan anak, keluarga, kesehatan, budaya, bahasa, generasi Alfa dan Generasi Z juga dibicarakan melalui sudut pandang yang dekat dengan keseharian. Keragaman tema tersebut memperlihatkan bahwa literasi dan perpustakaan sesungguhnya memiliki hubungan yang erat dengan hampir seluruh aspek kehidupan manusia.

Lebih dari sekadar kumpulan opini, buku ini mengajak pembaca melihat kembali makna membaca dan menulis sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat. Membaca tidak berhenti ketika halaman terakhir ditutup, tetapi dapat melahirkan pemikiran, sikap, dan percakapan baru. Dari rak buku, gagasan menemukan jalannya menuju ruang publik; dari ruang publik, gagasan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pengetahuan dan refleksi. Buku ini menjadi ajakan bagi pustakawan, akademisi, pendidik, mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat luas untuk terus membaca, menulis, berpikir, serta menjadikan pengetahuan lebih dekat dengan kehidupan.



Komentar