AKU DATANG SENDIRI: Catatan Kehidupan Perempuan Minoritas di Kampus Islam

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-W7GpdKzYddfgrsNC2lcZpDVCJr-P710tEEdzYYZG0HaXt1qR5E6TPSm9i3I7R6qCGR965EslMxTieozOcRVE9EuuvDevuQG_oesFzHlT21747-_nt91-56AZcaqkn1yh70H9ZEUAUflhjmSSbNzvcw4ijcbAko2izRfTpkIysuvlis07OQvJ6D9d-GSY/s72-c/Mockup.png click to zoom
Ditambahkan 12.13
Kategori Artikel Buku Buku Baru Produk Produk Buku
Harga Rp.100.000@ Penulis: Katerina Leba Tukan Editor: Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P. Cetakan Pertama, September 2026 Tebal: xiv + 240 hlm; 14,5 x ...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review AKU DATANG SENDIRI: Catatan Kehidupan Perempuan Minoritas di Kampus Islam

Rp.100.000@

Penulis: Katerina Leba Tukan
Editor: Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P.

Cetakan Pertama, September 2026
Tebal: xiv + 240 hlm; 14,5 x 20,5 cm
ISBN: xxxxx-xxxx (Proses)


Aku Datang Sendiri: Catatan Kehidupan Perempuan Minoritas di Kampus Islam merupakan catatan perjalanan Katarina Leba Tukan, seorang perempuan Katolik asal Flores yang meninggalkan tanah kelahirannya untuk menempuh pendidikan di UIN Alauddin Makassar. Memasuki lingkungan yang berbeda secara agama, budaya, dan sosial, Katarina membawa identitas dan keyakinannya sendiri. Perjalanannya bukan sekadar kisah tentang seorang mahasiswa yang pergi jauh seorang diri, tetapi tentang keberanian mengambil keputusan, menghadapi ketidakpastian, beradaptasi, serta menemukan arti rumah, persahabatan, dan kebersamaan di tempat yang awalnya terasa asing.

Disusun secara kronologis dari keberangkatan di Flores hingga perjalanan perkuliahan selama delapan semester, buku ini merekam proses pertumbuhan Katarina sebagai mahasiswa sekaligus pribadi. Dari Dari Mana Aku Berasal dan Keputusan untuk Pergi hingga Semester Satu sampai Semester Delapan, pembaca diajak mengikuti perubahan pengalaman dan cara pandangnya. Sebagai mahasiswa Katolik di perguruan tinggi Islam, ia mengalami langsung dinamika hidup berdampingan dengan mereka yang memiliki latar belakang berbeda. Keraguan, kecanggungan, persahabatan, dan proses saling memahami menjadi bagian dari perjalanan yang menunjukkan bahwa perbedaan tidak harus menjadi tembok pemisah.

Pada akhirnya, Aku Datang Sendiri bukan tentang kesendirian, melainkan tentang menemukan kebersamaan di tengah perbedaan. Buku ini mengajak pembaca melihat kampus sebagai ruang perjumpaan yang memungkinkan setiap orang tetap teguh pada keyakinannya sekaligus menghormati keyakinan orang lain. Melalui kisah yang personal dan reflektif, Katarina menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi jembatan bagi terciptanya inklusivitas, persahabatan lintas iman, dan kehidupan akademik yang humanis. Bagian Kata Mereka Tentangku turut memperkaya kisah melalui perspektif orang-orang di sekitar penulis.




Komentar