| Ditambahkan | 21.44 |
| Kategori | Buku Buku Baru Produk Produk Buku |
| Harga | Rp.100.000@ Penulis: Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P. Editor: Touku Umar, S. Hum., M.I.P. Dr. Saenal Abidin, S.I.P., M. Hum. Cetakan Pertama, ... |
| Share | |
| Hubungi Kami | |
| Beli Sekarang |
Review LITERASI DI BALIK JERUJI: Hak Informasi dan Akses Sumber Belajar bagi Anak Binaan
Buku ini membahas konsep dasar hak informasi, fungsi dan manfaat informasi, kebutuhan informasi, perilaku pencarian informasi, serta berbagai faktor yang memengaruhi akses anak binaan terhadap informasi. Pembahasan tersebut memberikan pemahaman bahwa informasi bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari proses pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan kapasitas diri. Pemenuhan hak informasi juga menjadi salah satu wujud perlindungan hak anak yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan pembinaan.
Selanjutnya, buku ini menguraikan peran sumber belajar dalam mendukung proses pendidikan anak binaan. Berbagai bentuk sumber belajar, karakteristik, fungsi, dan pemanfaatannya dibahas sebagai landasan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan bermakna. Perpustakaan juga mendapatkan perhatian khusus sebagai ruang belajar, pusat informasi, dan sarana pengembangan literasi. Dalam konteks lembaga pemasyarakatan, keberadaan perpustakaan diharapkan mampu membuka kesempatan bagi anak binaan untuk mengenal dunia pengetahuan yang lebih luas, meskipun berada dalam lingkungan dengan berbagai keterbatasan.
Tidak hanya membahas aspek informasi dan pembelajaran, buku ini juga mengulas lembaga pemasyarakatan anak dari perspektif kelembagaan, karakteristik anak binaan, fungsi dan tujuan pemasyarakatan, landasan hukum, serta keterkaitannya dengan perlindungan hak anak. Perspektif ini menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat menjalani pembinaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyediakan lingkungan yang mendukung pendidikan, pengembangan diri, dan reintegrasi sosial anak.
Pada bagian akhir, buku ini menyoroti peran strategis petugas lembaga pemasyarakatan dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, menyediakan sumber belajar, memfasilitasi akses informasi, serta membangun kolaborasi dengan perpustakaan, institusi pendidikan, komunitas literasi, dan berbagai pihak terkait. Literasi di Balik Jeruji mengajak pembaca untuk melihat bahwa setiap anak, dalam kondisi dan latar belakang apa pun, berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Sebab, jeruji seharusnya tidak membatasi akses terhadap pengetahuan, dan masa lalu tidak semestinya menutup kesempatan anak untuk membangun masa depan yang lebih baik.
