LITERASI DI BALIK JERUJI: Hak Informasi dan Akses Sumber Belajar bagi Anak Binaan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1jABAuOAEylm7GH_B-mt4A4IM8F-AuNK_cQorHO1CeKUYS6EQ5G5-m-u3A-ZvanPXG_Te5AMzmEFgb5sVZkBlurrLHXBXg6_rPTRz0SK_cbuTxkNBvO79HqbLK_V3zmUD4pag0yn46bqbxigtk9UKm3SBy1jMiyvDbzj9bAuxeZHDpaK-3BXl-Zy5zKCI/s72-c/Mockup%202.jpg click to zoom
Ditambahkan 21.44
Kategori Buku Buku Baru Produk Produk Buku
Harga Rp.100.000@ Penulis: Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P. Editor: Touku Umar, S. Hum., M.I.P. Dr. Saenal Abidin, S.I.P., M. Hum. Cetakan Pertama, ...
Share
Hubungi Kami
Beli Sekarang

Review LITERASI DI BALIK JERUJI: Hak Informasi dan Akses Sumber Belajar bagi Anak Binaan

Rp.100.000@

Penulis: Dr. Nasrullah, S.I.P., M.I.P.
Editor:
Touku Umar, S. Hum., M.I.P.
Dr. Saenal Abidin, S.I.P., M. Hum.

Cetakan Pertama, November 2026
Tebal: xiv + 158 hlm; 15,5 x 23 cm
ISBN: 978-623-6324-xx-x


Literasi di Balik Jeruji: Hak Informasi dan Akses Sumber Belajar bagi Anak Binaan mengangkat persoalan penting mengenai pemenuhan hak informasi dan pendidikan bagi anak yang sedang menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Keterbatasan ruang gerak dan lingkungan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi anak binaan untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, anak binaan tetap memiliki hak untuk belajar, mendapatkan informasi, dan mengakses berbagai sumber pengetahuan yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Buku ini membahas konsep dasar hak informasi, fungsi dan manfaat informasi, kebutuhan informasi, perilaku pencarian informasi, serta berbagai faktor yang memengaruhi akses anak binaan terhadap informasi. Pembahasan tersebut memberikan pemahaman bahwa informasi bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian penting dari proses pendidikan, pembentukan karakter, dan pengembangan kapasitas diri. Pemenuhan hak informasi juga menjadi salah satu wujud perlindungan hak anak yang harus diperhatikan dalam penyelenggaraan pembinaan.

Selanjutnya, buku ini menguraikan peran sumber belajar dalam mendukung proses pendidikan anak binaan. Berbagai bentuk sumber belajar, karakteristik, fungsi, dan pemanfaatannya dibahas sebagai landasan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan bermakna. Perpustakaan juga mendapatkan perhatian khusus sebagai ruang belajar, pusat informasi, dan sarana pengembangan literasi. Dalam konteks lembaga pemasyarakatan, keberadaan perpustakaan diharapkan mampu membuka kesempatan bagi anak binaan untuk mengenal dunia pengetahuan yang lebih luas, meskipun berada dalam lingkungan dengan berbagai keterbatasan.

Tidak hanya membahas aspek informasi dan pembelajaran, buku ini juga mengulas lembaga pemasyarakatan anak dari perspektif kelembagaan, karakteristik anak binaan, fungsi dan tujuan pemasyarakatan, landasan hukum, serta keterkaitannya dengan perlindungan hak anak. Perspektif ini menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak semata-mata berfungsi sebagai tempat menjalani pembinaan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menyediakan lingkungan yang mendukung pendidikan, pengembangan diri, dan reintegrasi sosial anak.

Pada bagian akhir, buku ini menyoroti peran strategis petugas lembaga pemasyarakatan dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi, menyediakan sumber belajar, memfasilitasi akses informasi, serta membangun kolaborasi dengan perpustakaan, institusi pendidikan, komunitas literasi, dan berbagai pihak terkait. Literasi di Balik Jeruji mengajak pembaca untuk melihat bahwa setiap anak, dalam kondisi dan latar belakang apa pun, berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. Sebab, jeruji seharusnya tidak membatasi akses terhadap pengetahuan, dan masa lalu tidak semestinya menutup kesempatan anak untuk membangun masa depan yang lebih baik.



Komentar