| Ditambahkan | 06.13 |
| Kategori | Buku Buku Baru Produk Produk Buku |
| Harga | Rp.50.000@ Penulis: Hj. Vivi Khafidoh, SQ., S.Ag., M.H. Al-Hafidzoh dan Dr. H. Suhada, M.Ag. Editor : Suhada Cetakan Pertama, Desember 20... |
| Share | |
| Hubungi Kami | |
| Beli Sekarang |
Review PROBLEMATIKA HAJI MASA KINI: Analisis Komprehensif Sistem Antrian dan Ekonomi Ibadah
Editor : Suhada
viii + 154 hlm; 14.8x21 cm
ISBN: 978-623-8008-xxx (Proses)
Buku Problematika Haji Masa Kini: Analisis Komprehensif Sistem Antrian dan Ekonomi Ibadah mengulas secara mendalam berbagai persoalan aktual dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Dimulai dari paparan konseptual dan fenomenologis, buku ini menyoroti perubahan perilaku keagamaan masyarakat, dinamika pemaknaan ibadah haji, serta munculnya problem struktural seperti daftar tunggu (waiting list) yang kian panjang dan meningkatnya biaya penyelenggaraan ibadah haji. Persoalan-persoalan tersebut tidak hanya dipahami sebagai masalah administratif, tetapi juga sebagai refleksi relasi antara spiritualitas, kebijakan negara, dan realitas sosial-ekonomi umat.
Pada bagian selanjutnya, buku ini memfokuskan kajian pada prosedur penetapan kuota calon jamaah haji dengan studi kasus di Kabupaten Kudus. Melalui pemaparan data empiris tahun 2023, penulis menjelaskan mekanisme penentuan kuota, sistem daftar tunggu, serta implikasi biaya haji terhadap calon jamaah. Pendekatan ini memberikan gambaran konkret tentang bagaimana kebijakan haji dijalankan di tingkat daerah dan bagaimana masyarakat merespons kebijakan tersebut dalam konteks keterbatasan kuota dan kemampuan ekonomi.
Bab-bab akhir buku ini menghadirkan analisis hukum dan sikap calon jamaah haji dalam menyikapi problematika haji masa kini. Dengan perspektif hukum Islam, dibahas berbagai pilihan dan dilema jamaah, seperti menarik setoran, mengganti keberangkatan haji dengan umrah, atau bahkan membatalkan niat berhaji. Buku ini ditutup dengan refleksi dan rekomendasi yang menekankan pentingnya kebijakan haji yang berkeadilan, transparan, dan selaras dengan nilai-nilai syariat, sehingga ibadah haji tetap terjaga kemurnian spiritualnya di tengah kompleksitas sistem antrian dan ekonomi ibadah.
